Copyright © Der Kampf um die Träume
Design by Dzignine
Minggu, 08 Februari 2015

ISFiT 2012 : Day 2 (part 2), The Opening Ceremony!

Foto:foto.samfundet.no
Hallo lagi. Maaf postingan ini agak telat, seharusnya saya posting kemarin, tetapi thanks to jet lag, saya terlalu capek untuk menulisnya ._.v

Jadi pada saat selesai makan, saya lalu bertanya arah terdekat menuju bus stop, dikarenakan kalau saya kembali ke Samfundet membutuhkan waktu lebih lama. Setelah diarahkan, saya lalu menuju tempat tersebut. Di perjalanan saya bertemu Paul, dari Jerman, kami berasal dari workshop yang sama. Ternyata dia juga mengambil rute bus yang sama. Untungnya kami tidak salah jalan, dan sempat ketemu sama Aliya di bus stop, tapi dia menggunakan rute yang berbeda. 2 menit setelah kami tiba, bus 22 pun tiba. Dari bus stop itu cuma membutuhkan 3 stasiun menuju bus stop tempat saya harus turun (Nardokrysset), dari Samfundet ke Nardokrysset jaraknya 6 atau 7 bus stop.

Karena baru pertama kalinya pulang sendiri, awalnya saya hampir tersesat. Saya mau menelfon mereka tetapi saya ingat kalau pulsa di SIM card Jerman saya habis, dan saya juga lupa nomor mereka. Saya lalu mencoba untuk meraba-raba jalan, dan akhirnya bertemu dengan terowongan yang saya lewati pagi tadi. Dan 3 menit kemudian saya sudah berada di rumah.

Depan rumah

Akhirnya tiba juga. Home for 10 days.
Saya masih mempunyai sedikit waktu jadi saya mencoba untuk tidur sebentar (meskipun gagal), lalu setelah itu bersiap-siap untuk pergi ke opening ceremony. Dresscode untuk opening ceremony ini adalah formal/national/traditional clothes, dan saya sudah mempersiapkan baju bodo dari Sulawesi Selatan. Saya sebenarnya dapat memakai dress biasa saja, tetapi tidak ada salahnya untuk tampil beda dan unik di opening ceremony tersebut. 

Meet the host!
With Xavier, housemate from USA
Setelah siap-siap (dan terburu-buru), saya lalu diantar oleh Gudmund menuju Samfundet bersama Xavier. Perjalanan cuma memakan waktu 5 menit dari rumah menuju Samfundet menggunakan mobil. Sebelumnya di workshop sudah diberitahu bahwa kami akan bertemu di depan 7-11, tetapi ternyata mereka semua sudah masuk karena lebih baik menunggu di dalam daripada di luar. Oda (contact person workshop) menjemput saya, dan dia mengatakan dia sangat suka baju saya. Dia menggunakan baju tradisional Norwegia. Setelah masuk ke dalam ruangan, saya lalu menitipkan jaket saya, lalu mencari teman workshop saya. 

Kami menunggu kira-kira hampir setengah jam sebelum opening ceremony di mulai. Beberapa juga menggunakan national costume mereka, seperti Romeo dari Uganda, Esi - dari Indonesia - menggunakan kebaya yang warnanya merah (sama dengan baju bodo saya), Arqum dari Pakistan, dan yang lain. 

Opening ceremony berlangsung dengan seru meskipun (lagi-lagi) ketika hampir selesai saya merasa sangat ngantuk. MCnya sangat lucu dan tidak jarang membuat kami ketawa (semi stand-up comedy). Lalu ada opening speech dari presiden ISFIT 2015, Marius Jones. Ternyata dia orangnya juga sangat lucu. Ada choir yang semua anggotanya laki-laki. Mereka sangat energetik dan sangat menghibur. Sayang mereka hanya membawakan 2 lagu. 

co-founder

Pilun, the choir


Selain acara yang menghibur,ada juga acara yang serius. Seorang fotografer, Werner Anderson, berbagi pengalamannya yang mengilustrasikan korupsi ketika dia berada di Cambodja. Orang-orang dipaksa keluar dari rumah mereka, rumah mereka digusur untuk membangu perumahan yang mewah. Ini menjadi refleksi bagi kita betapa korupsi dapat berdampak sangat besar bagi banyak orang. Tamu spesial malam itu juga adalah salah satu pencetus ISFiT, Jaren Rystad. Dia menceritakan pengalamannya. 

Bintang tamu malam itu adalah Moddi. Lagu-lagunya sangat bagus, dan suaranya sangat merdu. Selain itu ada juga penari, dan satu lagi paduan suara. Saya berusaha tetap fokus meskipun sangat ngantuk, tetapi pada akhirnya ketika Moddi membawakan lagu terakhir saya tidak memperhatikan haha.


Setelah Moddi tampil, berakhirlah sudah opening ceremony. Saya lalu sempat berfoto dengan yang lain, bahkan saya menyempatkan diri untuk berfoto bersama presiden ISFiT (thanks to Jacky for the pic). Setelah itu saya keluar ke hall dan bertemu dengan yang lain. Sejam kemudian saya memutuskan untuk pulang. Di perjalanan pulang saya bertemu Benjamin dan kami pulang bersama.

cewek ini tiba-tiba datang dan bilang dia suka dengan kostum saya

Indonesian!

After the ceremony

Dengan Lames, tinggal di Arab, 50% Maroko 50% Indonesia

Romeo dari Uganda

Munya dan Arqum

Links;
- http://online.isfit.org (to watch the isfit online)
https://www.isfit.org/articles/365 (opening ceremony article)

0 komentar:

Posting Komentar