Copyright © Der Kampf um die Träume
Design by Dzignine
Minggu, 08 Februari 2015

ISFiT 2015 : Day 3, Snow Storm?

There is no bad weather, only inappropriate clothing - Ranulph Fiennes


Lagi-lagi saya bangun pukul 4 pagi. Entah kenapa jam berapapun saya tidur saya tetap bangun jam segitu. Semoga saja 2-3 hari kedepan sudah tidak jet lag lagi. 

Pada hari workshop sebelumnya, diberitahukan bahwa mungkin tidak ada workshop dikarenakan cuaca yang baru (badai). Tetapi kita disuruh untuk bertanya kepada host family apakah aman untuk pergi keluar atau tidak. Tetapi host family saya berkata bahwa cuacanya memang buruk, tetapi tidak apa-apa untuk pergi keluar. Setelah sarapan, saya dan Xavier pun berjalan kaki bersama menuju bus stop. Benjamin dan Alexander sudah diantar duluan oleh Gundmund dikarenakan Benjamin harus berkumpul di tempat workshop pukul 08.30, sementara Alexander sudah siap untuk berangkat. Saya dan Xavier tidak mau tergesa-gesa karena itulah kami memutuskan untuk jalan kaki dan menggunakan bus. Untungnya kami jalan sedikit cepat dan tidak singgah untuk foto-foto dikarenakan ketika tiba di bus stop, busnya sudah datang.

Setelah sampai di halte Samfundet, saya dan Xavier pun berpisah, dan saya menuju ke tempat workshop saya. Di bus saya bertemu dengan Juan, yang juga satu workshop, dan berkenalan dengan beberapa isfiters yang lain. Ketika tiba di tempat workshop (Hist), saya kira bahwa saya sudah terlambat beberapa menit, tetapi acara belum dimulai dikarenakan banyak yang telat datang. 


Acara pertama yang dilakukan adalah check-in. Setelah itu warming up dengan sesi yoga dari Dylan (USA). Akhirnya semua pada bangun pada saat selesai yoga, bukan karena yoganya, tetapi karena kebanyakan ketawa. 




Banyak sesi menarik hari ini, tetapi maaf saya akan membuatnya sedikit lebih singkat. Selain games yang ketawa-ketawa, kami juga bermain decision game, di mana ada 2 (atau terkadang 3) sudut yang berarti jawaban dari sebuah pertanyaan. Contohnya "kamu berasal dari Norwegia?" sudut 1 iya, dan sudut 2 tidak. Awalnya pertanyaannya gampang, misalnya "apakah kamu lebih kamu lebih sering pakai facebook atau twitter", atau "apakah kamu pikir Norwegia merupakan tempat terbaik", tetapi semakin lama pertanyaannya (atau pernyataan) semakin susah seperti "Permpuan boleh menentukan sendiri pilihannya untuk aborsi atau tidak". Atau "Apakah demokrasi merupakan sistem pemerintahaan terbaik?" "Apakah media bisa bersifat objektif?"

Setelah makan siang yang diisi dengan dance session, diskusi dilanjutkan lagi dengan sesuatu yang lebih serius. Kami dibagi menjadi 5 kelompok dan diharuskan untuk mencari satu topik yang berhubungan dengan korupsi dan mendiskusikan tentang :
  • Penyebab korupsi
  • Siapa yang melakukannya
  • Apa efeknya
  • Apa dampaknya bagi komunitas
Setelah berunding dan berdiskusi simpang siur akhirnya kami memutuskan untuk membahas tentang korupsi yang dilakukan oleh polisi di beberapa negara berkembang (atau hampir semua berkembang di dunia). Salah satu tindakan korup yang baik polisi maupun masyarakat sering lakukan adalah bribery (sogok-menyogok). Bukan hanya di Indonesia saja hal tersebut sangat lumrah terjadi, di Afrika dan di Rusia hal tersebut pun terjadi. Salah satu penyebab terbesar terjadinya sogok menyogok menurut kelompok kami adalah karena greed, habit, income dll. Dampaknya bagi komunitas adalah uang yang seharusnya masuk menjadi pajak dan dapat digunakan untuk rakyat malah masuk ke kantong polisi. 



Setiap kelompok lalu mempresentasikan hasil dari diskusi masing-masing. Setiap kelompok diberi waktu 5 menit, dan masing-masing kelompok memilih topik yang sangat bagus, contohnya salah satu kelompok membahas tentang pendidikan dan sogok menyogok yang terjadi.

Acara ditutup dengan checkout dan kami pergi makan. Perjalanannya sama dengan kemarin, memakan waktu sekitar 10 menit, tetapi kali ini medannya lebih susah karena lagi turun salju. Selama workshop malah sedikit badai. Setelah makan, saya bersama Oda, Anja (Polandia), dan Henry (Rwanda) pergi ke Trafo untuk meminjam baju hangat. Topi saya dibeli di Indonesia, dan kurang tebal bagi saya sehingga telinga saya sakit. Saya sebenarnya ingin meminjam earmuff, tetapi sayangnya tidak ada jadi saya dikasih topi yang lebih tebal.

Saya mendaftar untuk acara pleno untuk hari ini yaitu : Why Is the World Corrupt? The Cause of Corruption. Plenonya dimulai pada pukul 6, jadi setelah dari Trafo kami berkumpul di Edgar, semacam cafe sambil menunggu hall-nya dibuka. Bintang tamunya adalah Peter Eigen, co.founder dari Transparency International. Dia membawakan pidato yang sangat menarik, dan dia sempat meneteskan air mata mencerita tentang pengalaman pribadinya dan juga korupsi yang terjadi. Sayangnya (lagi-lagi) saya merasa kurang sehat dikarenakan cuaca yang sangat buruk, jadi ketika ada waktu istiraha 15 menit saya memutukan untuk pulang ke rumah.

Plenary Session

Peter Eigen
Bisa dibilang saya lumayan tidak beruntung, karena badainya tambah kencang, dan saya harus berlindung di sebelah halte. Saya bertemu peserta isfit lagi dari Benin, dan sedikit bercerita-cerita dengan dia. Saya sudah mulai kedinginan, dan tangan saya sudah mulai sakit sekali. Badainya itu seperti hujan deras yang bisa menyebabkan banjir, tetapi yang turun bukan air tapi salju. Dengan kecepatan tinggi jadi susah melihat, sakit, dan tentu saja lebih dingin dari air biasa. Setelah 15 menit berdiri menunggu bus (busnya telat datang), saya akhirnya lalu tiba di rumah.

links:
- Transparency International : http://www.transparency.org/

2 komentar:

  1. Halo, saya Mrs Jane Alison, pemberi pinjaman pinjaman swasta yang memberikan pinjaman kesempatan waktu hidup. Apakah Anda membutuhkan pinjaman mendesak untuk melunasi hutang-hutang Anda atau Anda membutuhkan pinjaman modal untuk meningkatkan bisnis Anda? Anda telah ditolak oleh bank dan lembaga keuangan lainnya? Apakah Anda membutuhkan pinjaman konsolidasi atau hipotek? mencari lagi karena kami di sini untuk membuat semua masalah keuangan Anda sesuatu dari masa lalu. Kami meminjamkan dana untuk individu yang membutuhkan bantuan keuangan, yang memiliki kredit buruk atau membutuhkan uang untuk membayar tagihan, untuk berinvestasi di bisnis di tingkat 2%. Saya ingin menggunakan media ini untuk memberitahu Anda bahwa kami memberikan bantuan yang handal dan penerima dan akan bersedia untuk menawarkan pinjaman. Jadi hubungi kami hari ini via email di: (saintloans@hotmail.com)

    BalasHapus
  2. Halo,
    Hal ini untuk memberitahukan kepada masyarakat umum bahwa Nyonya, BRENDA HARAPAN pemberi pinjaman pinjaman swasta memiliki membuka peluang keuangan untuk semua orang yang membutuhkan bantuan keuangan. Kami memberikan pinjaman dengan bunga 2% kepada individu, perusahaan dan perusahaan di bawah syarat dan kondisi yang jelas dan dimengerti Dari
    $ 20.000 untuk $ 7.000.000 USD, Euro dan Pounds Hanya. Saya memberikan Kredit Usaha,
    Pinjaman Pribadi, Pinjaman Mahasiswa, Kredit Mobil Dan Pinjaman Untuk Bayar Off Bills. hubungi kami hari ini melalui e-mail di: (brendahope816@gmail.com)

    BalasHapus